Pengalaman dr Liem Menguji Khasiat Bekatul

 On Kamis, 04 September 2014  

Ini adalah artikel bagian 2 dari tulisan dr Yusuf Nursaliem yang dimuat di harian Pikiran Rakyat Bandung. Adapun artikel bagian pertama dapat Anda baca pada tautan berikut : Rahasia Bekatul Untuk Pengobatan. Pada artikel bagian 2 ini adalah pangalaman dari Bp Yusuf Nursaliem dalam menguji manfaat dan khasiat bekatul untuk kesehatan manusia. Adapun dengan hasil penelitian beliau ini manfaat yang diperoleh masyarakat luas sangatlah bagus, karena kulit ari beras hingga saat ini masih tersedia melimpah di negeri kita. Sehingga kita dapat memanfaatkannya kapan pun kita mau.


 Dibawah ini adalah tulisan bagian 2 dari dr Liem, untuk membaca artikel bagian pertama dapat menuju pada tautan sudah kami berikan pada paragraf pertama di atas. Selamat membaca dan semoga bermanfaat.

PENGALAMAN  SAYA  DENGAN  BEKATUL
Oleh : Letkol Purn. Dr. Liem Tiong Tjing

Didorong oleh efek physiologis Vitamin B15 yang sangat luas itu dan tertarik akan bahan alam bekatul yang terkenal sebagai makanan sehat itu, yang juga mengandung Vitamin B15 dalam jumlah cukup besar ( 1 gram Bekatul mengandung 2 mg Vit. B15 ) , maka saya telah menerapkan bekatul sebagai makanan  tambahan pada diri saya sendiri selama 1 bulan. Saya memakannya mentah, dicampur dengan susu, teh atau kopi manis, pagi 20 gram dan malam 20 gram. Mengapa mentah? karena saya kuatir akan merusak zat-zat penting apabila dipanaskan. Tentu di dalam hal ini perlu diperhatikan soal hygiene (kebersihan). Khasiat yang saya rasakan sesudah 1 bulan ialah buang air besar menjadi lancar (1-2 kali sehari, sedangkan sebelumnya tiap 2 hari sekali), stamina bertambah (tidak lekas capai apabila olah raga) dan badan terasa lebih fit.

Khasiat bekatul menjadi lebih obyektif setelah saya mencobanya pada 200 orang yang hidup dalam satu lingkungan dimana mereka mendapat makanan dan kegiatan fisik yang sama  (siswa-siswa Sekolah Calon Perwira TNI AD, dimana saya masih bertugas sebagai Dokter Kesatuan).

Tiap orang saya berikan 30 gram bekatul sehari, diberikan dalam keadaan mentah dicampur dengan larutan gula kelapa. Setelah 2,5 bulan saya kumpulkan data tentang khasitas bekatul dalam blangko enquette. Data yang saya peroleh yaitu sebagai berikut :

1. 39% merasakan tubuhnya fit dan  staminanya bertambah dalam latihan-latihan physik, 1% merasakan staminanya menurun, dan 60% tidak merasakan pengaruh apa-apa terhadap tubuh (mereka memang anak-anak muda dan sehat-sehat)

2. 50% merasakan buang air besar lebih lancar, 5% merasakan sering diare, 45% tidak merasakan pengaruh apa-apa terhadap buang air besar.

3. 6 orang penderita wasir merasakan wasirnya berkurang, mungking karena buang air besarnya jadi lebih lancar, 3 orang penderita wasir tidak merasakan pengaruh apa-apa terhadap wasirnya.

4. 82% menghendaki diteruskannya bekatul sebagai makanan tambahan (extra voeing), 18% menghendaki dihentikan.

5. Lebih dari 50% menunjukan penurunan tekanan darah dengan 20 (systolis & diastolis), sedangkan tekanan darah yang tertinggi yaitu 150 (systolis), yang ternyata ditemukan pada seorang yang tidak suka makan bekatul. Memang kesehatan mereka adalah baik. Sebelum makan bekatul, tekanan darah systolis mereka bervariasi antara 100-170 dan sebagian besar menunjukkan angka 100 - 130 ( systolis ). Sesudah makan bekatul lebih dari 25 % menunjukkan penurunan tekanan darah  sampai 90/60 tanpa adanya gejala-gejala subyektif "pusing-pusing", malahan mereka justru merasakan badannya lebih fit dari semula, suatu hal yang mengejutkan bagi saya . Menurut pendapat seorang Internist yang saya konsultasikan , keadaan ini malahan justru harus disyukuri.

6. Setelah Extra Voeding " bekatul " diteruskan sampai 8 bulan , tekanan darah mereka telah saya ukur sekali lagi dan ternyata tekanan darah systolis yang tertinggi adalah 125.

Dalam mengobati penyakit-penyakit dengan bekatul, khususnya pada penderita kencing manis, tekanan darah tinggi dan hypercholesterolaemi, menurut pengalaman saya selama lebih dari satu tahun, saya belum melihat hasil-hasil negatif dalam menunjang pengobatan penyakit-penyakit tersebut, paling-paling hanya mencret (hanya pada permulaan, karena kaget ). Kadar gula dan cholesterol darah secara berangsur menurun dalam waktu 2 - 4 minggu, sehingga akhirnya obat-obat khusus dapat dikurangi, bahkan seringkali dapat dihentikan sama sekali ( secara bertahap ).

Pada umumnya para penderita kencing manis, merasakan tubuhnya bertambah fit  ( rasa lesu hilang ). Ini berarti suatu perbaikan, yang kemudian dapat dilihat secara pasti dengan pemeriksaan laboratoris. Perlu saya tambahkan di sini, bahwa penambahan bekatul pada pengobatan penyakit kencing manis yang dikendalikan dengan diet dan insulin, tampaknya tidak bermanfaat sama sekali ( saya baru mencobanya pada satu orang ).

Pengaruh bekatul terhadap hipertensi, telah saya konstantir, bahwa hipertensi pada orang tua umumnya agak susah atau lambat sekali penurunannya, sedangkan pada orang-orang di bawah umur 40-50 tahun pada umumnya lebih nyata. Mungkin hal ini ada hubungannya dengan keadaan penyakit yang sudah lama diderita dan dengan arterioscelerosis ( perkapuran pembuluh darah ) yang lebih manifest keadaannya pada orang-orang yang sudah lanjut usia.

Tetapi apabila Vitamin B15 atau bekatul dapat memperbaiki arterioscelerosis (yang menyebabkan hipertensi) dan dapat menurunkan/ menormalisir kadar kolesterol darah, maka menurut pendapat saya keadaan arteriosclerosis yang sudah parah itu secara berangsur mungkin masih dapat diperbaiki, sehingga hipertensinya secara lambat laun akan menurun juga (mungkin dalam waktu 6 bulan, 1 tahun atau lebih). Kemungkinan lain ialah bahwa keadaan arteriosclerosis yang sudah parah itu tidak akan bertambah parah oleh pengaruh bekatul.

Para penderita hypercholesterolaemi dengan kadar cholesterol mendekati 400 mg %, menurut pengalaman saya selalu turun secara berangsur sampai di bawah maksimum, sedangkan penderita dengan kadar cholesterol di bawah 200 tambpaknya tidak banyak dipengaruhi oleh bekatul (kasus-kasus ini saya lihat pada penderita kencing manis dengan kadar cholesterol yang normal).

Dari pengalaman saya, saya berpendapat bahwa bekatul mempunyai khasiat dalam menormalisir metabolisme lemak dan gula. Khusus mengenai pengaruh bekatul dalam menormalisir metabolisme lemak (dalam menurunkan kadar cholesterol yang meninggi), ini dapat ditinjau dari 2 sudut, yaitu :

1. Dari sudut khasiat Vit. B15 yang telah terbukti di berbagai rumah sakit di Uni Soviet.
2. Dari sudut khasiat serat kasar, yang bekerja secara physis.

Tinjauan Vit. B15 dari sudut efek physiologisnya yang sangat luas itu ditambah dengan pengalaman saya dengan bekatul yang menggembirakan, itulah yang mendorong saya untuk mempopulerkan bekatul kepada khalayak ramai sebagai makanan penting untuk kesehatan tubuh kita (bahkan mungkin vital), sebab makanan sehat ini sudah terlupakan bahkan dianggap makanan hina oleh kita.

Mengingat para ahli Rusia dan para penyelidik lainnya mengakui bahwa Vit. B15 masih banyak kerahasiaannya terutama mengenai pengaruhnya terhadap metabolisme (lemak, protein dan karbohidrat, maka hendaknya uraian ilmiah ini tentang Vit. B15 dianggap sekedar sebagai ilustrasi saja dan saya harapkan agar tinjauan Vit. B15 lebih dititikberatkan pada efek physiologisnya yang sangat luas dan menarik itu.

Bagi mereka yang hendak menggunakan atau hendak menyarankan penggunaan bekatul, bertitiktolaklah pada pendirian bahwa bekatul adalah makanan sehat  dengan nilai gizi yang tinggi. Kalau berkhasiat syukur kalau tidak berkhasiat tidak ada ruginya. Kalau benar-benar berkhasiat, maka kita sebagai dokter yang menyarankan penggunaannya akan mendapatkan ucapan terima kasih yang tak terhingga, terutama dari penderita-penderita yang kurang mampu dan penderita-penderita yang sudah lama disiksa penyakit.

ANJURAN-ANJURAN

Bagi para penderita penyakit kencing manis dan hypercholesterolaemi, dianjurkan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter masing-masing dan ikutilah petunjuk-petunjuk yang diberikannya (khusus tentang pantangan makanan dan obat-obat yang diperlukan). Kemudian tambahkan bekatul sebagai sumber Vit. B15. Bandingkan hasil pemeriksaan laboratories sebelum (saat pengobatan khusus) dan 2-4 minggu sesudah makan bekatul. Apabila perlu dosis dapat ditambah (lihat petunjuk di bawah). Dan jangan lupa berkonsultasi dengan dokter anda, apakah obat-obat khusus perlu dikurangi/dihentikan sama sekali atau tidak.

Menurut pengalaman saya, obat-obat khusus akan dikurangi, bahkan lambat laun akan dihentikan sama sekali dan anda cukup diobati dengan bekatul, yang jauh lebih aman, lebih sehat dan harganyapun lebih murah. Kemungkinan lain ialah anda tidak perlu makan sedemikian ketatnya seperti semula, tetapi jangan lupa untuk sewaktu-waktu kontrol pada dokter. Hendaknya jangan lupa pula untuk terus makan bekatul dan jangan menganggapnya sebagai obat, melainkan sebagai makanan sehat. Bahkan mungkin vital.

Anggaplah bekatul sebagai makanan penting yang selama ini terlupakan oleh kita,  sebagai makanan penting yang masih merupakan unit dari beras yang telah dihilangkan karena manusia ingin makan yang enak saja.

Jika menurut dokter Anda, keadaan kesehatan Anda sudah normal, mungkin Anda dapat mengurangi (bukan menghentikan) jumlah bekatul yang anda makan, sampai jumlah maintenance dosis (+ 30-40 gram sehari), asal jangan lupa kontrol pada dokter.

Satu hal yang tidak boleh dilupakan ialah bahwa Vit. B15 kadang-kadang kurang/tidak memuaskan khasiatnya dalam kasus-kasus tertentu. Sehubungan dengan itu ada kemungkinan pula bahwa efek pengobatan dengan bekatul kadang-kadang kurang/tidak memuaskan, sehingga saya perlu tekankan sekali lagi agar anda selalu berkonsultasi dengan dokter Anda dalam menilai khasiat pengobatan tambahan dengan bekatul. Bukan satu kemustahilan kalau bekatul dengan segala macam zat yang ada di dalamnya bahkan lebih baik dari pada Vit. B15.

Bagi para penderita penyakit jantung, hypertensi, arteriosclerosis, obliterative arteriosclerosis, ganggraen, asthma dan cirrhosis hepatis, dianjurkan pula untuk menambahkan bekatul sebagai sumber Vit. B15 disamping menggunakan obat-obat khusus.

Bagi orang-orang sehatpun, lebih-lebih kalau sudah berumur 40 tahun, dianjurkan pula untuk menggunakan bekatul dalam menu sehari-hari  sebanyak 30-40 gram sehari. Jumlah ini saya perkirakan dari prosentase bekatul yang hilang dari beras yang kita makan sehari-hari, yaitu +7% x 400 - 600 gram beras = 30-40 gram bekatul.

Di Uni Soviet Vit. B15 sudah dikonsumsi secara umum dan sangat dianjurkan kepada orang-orang yang berumur 40 tahun, karena pada umur ini organ-organ tubuh kita sudah mulai menginjak proses menuju ketuaan (aging process), sehingga Vit. B15 disebut juga "The Anti Aging Proces" vitamine. Dan pada umumnya memang pada umur 40 tahun atau lebih, sering dijumpai penyakit jantung, coronair insuffisiensi,  arteriosclerosis, hypertensi, dll.

CARA MENGGUNAKAN BEKATUL DR LIEM

-Mulailah dengan 3 x 20 gram = 60 gram sehari (+ 120 mg Vit. B15)
-Makanlah mentah karena khasiatnya mungkin akan berkurang bila dipanaskan dengan memperhatikan kebersihan.
-Bekatul dapat dimakan dengan pisang, roti atau diminum dengan cairan dingin atau hangat-hangat kuku, misalnya teh, kopi, coklat, air kaldu, dll.
-Khusus untuk penderita kencing manis, hendaknya jangan memakai cairan yang mengandung gula.
-Sesudah 2-4 minggu, harap kontrol pada dokter dan bila perlu dosis bekatul dapat ditingkatkan, misalnya 3 x 25 gram, 3 x 30 gram, dst.

Menurut pengalaman saya pada umumnya dengan dosis 60-100 gram bekatul sehari sudah cukup memuaskan.


KHASIAT-KHASIAT LAIN

-Kadang-kadang menambah nafsu makan dan badan bertambah gemuk
-Dapat meningkatkan kebahagiaan keluarga, karena seringkali terbukti bekatul dapat merangsang nafsu seks pada laki-laki.
-Gejala impotensi pada penderita kencing manis dapat berkurang dan mungkin akan menghilang, yang  dapat dihubungkan dengan kencing manisnya yang membaik.
-Dapat mengilangkan penyakit rheumatik.
-Dapat memberikan ketenangan jiwa dan mengurangi nervositas.
-Dapat menghilangkan gejala "sering berdebar jantung" dan "exstra systole"
-Gejala-gejala "sering pusing" pada Hipotensi (tekanan darah rendah) seringkali menghilang.
-Dapat menghilangkan rasa pegal pada otot yang susah diobati, misalnya pada ibu yang sedang mengandung, dll.


PENGERTIAN BEKATUL

Bekatul sebetulnya merupakan bagian dari dedak kasar  yang berasal dari selipan beras pecah kulit (beras yang baru mengalami pemecahan kulit padinya) yang masih  bercampur dengan sedikit sekam  + 10-12%.   Untuk mendapatkan bekatul ayaklah dedak kasar tersebut dengan ayakan yang halus, sehingga menghasilkan bekatul halus. Jika ingin mendapatkan bekatul instan dalam kemasan yang sudah diproses secara higienis dan berkualitas tinggi dapat mencoba bekatul dr Liem. Produk bekatul dr Liem dapat dipesan secara online.

Demikian ulasan dari dr Liem mengenai kulit ari beras yang ternyata memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang penting bagi organ-organ tubuh manusia. Semoga dapat menambah wawasan kita mengenai kekayaan alam Indonesia yang berkhasiat bagi kesehatan manusia dan semoga kekayaan alam ini dapat semakin dimanfaatkan bagi masyarakat luas agar terhindar dari berbagai penyakit yang mahal biaya perawatannya secara medis.
Pengalaman dr Liem Menguji Khasiat Bekatul 4.5 5 Admin Situs Kamis, 04 September 2014 Pengalaman dr Liem menggunakan bekatul untuk mengobati berbagai penyakit yang diderita oleh pasien-pasiennya. Hasil yang diperoleh sangat menggembirakan. Ini adalah artikel bagian 2 dari tulisan dr Yusuf Nursaliem yang dimuat di harian Pikiran Rakyat Bandung. Adapun artikel bagian pertama dap...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar